>Kualitas Guru Menentukan Keberhasilan Pembangunan Bidang Pendidikan

>

Sabtu siang tanggal 19 Pebruari 2011 Alon-alon Kabupaten Trenggalek dipenuhi 7.000 lebih anggota Persatuan Guru Republik Indonesia [PGRI]. Bukan untuk demo, namun mereka menggelar silaturahmi akbar dengan mengundang Ketua Umum PB PGRI, Dr. Sulistyo, MPd dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. Saifullah Yusuf atau panggilan akrabnya Gus Ipul. Hadir pula dalam kesempatan tersebut , Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT, Ketua DPRD, S. Akbar Abas, SE, MM, Pengurus PGRI Jawa Timur dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah [Forpimda] Kabupaten Trenggalek.
Menurut Ketua PGRI Kabupaten Trenggalek, Riyadi, SPd, silaturahmi akbar kali ini bertujuan untuk memperbaharui akad nikah atau komitmen para guru Kabupaten Trenggalek dengan organisasi profesi mereka, PGRI dengan ditandai pembayaran tunggakan iuran kepada PB PGRI pusat Rp.39.650.575,- dan kepada PGRI Provinsi Jawa Timur, Rp. 44.949.000,- dibayar kontan.
Bupati Trenggalek mengapresiasi kerelaan anggota PGRI dalam membayar iuran untuk kelangsunag hidup organisinya dan hal ini patut dicontoh organisasi lain, dimana aliran dana mengalir dari bawah ke atas. Kepada Wakil Gubernur, Bupati meminta agar ikut membantu mengatasi berbagai kekurangan infrastruktur di bidang pendidikan. Sedangkan kepada gruru yang hadir, Bupati minta untuk ikut menjelaskan kepada masyarakat terkait fenomena alam yaitu suara gelegar atau dentuman yang terdengan sejak 2 minggu yang lalu kawasan pesisir selatan. Berdasarkan hasil survey Kantor Stasiun Geofisika Tretes – BMKG, dentuman dan getaran yang terjadi disebabkan adanya pergeseran lapisan bumi, namun tidak berbahaya. Oleh karena itu kepada masyarkat supaya dijelaskan agar tidak panik dan resah, namun tetap wasapada.

Gus Ipul dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan di bidang pendidikan ditentukan 3 faktor, kualitas guru, kurikulum dan sarana prasarana, namun yang paling dominan adalah faktor kualitas guru. Oleh karena itu, para guru jangan hanya sekadar mengajar, namun juga harus terus belajar. Terkait dengan belajar ini, Gus Ipul tertarik dengan usulan PGRI agar tiap tahun guru diberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM, misalnya kursus singkat, dengan kurikulum disiapkan PGRI sedangkan anggarannya dari Pemprov atau Pemkab. Selanjutnya Wakil Gubernur menyatakan bahwa ke depan yang punya kompetensilah yang akan mendapatkan tempat, sehingga para guru perlu memotivasi siswa untuk fokus pada satu disiplin ilmu.  Selain itu, para siswa sejak awal diperkenalkan pada tehnologi sehingga tidak gagap tehnologi yang tidak kalah pentingnyaadalah  memberdayakan kaum perempuan.
Dalam rangka peningkatan kualitas guru, Dr. Sulistyo, MPd. menyarankan agar para guru secara periodik diberikan pelatihan penguasaan materi dan metodologi mengajar. Dr. Sulistyo berharap agar Pemprov Jatim dapat memulainya. Selanjutnya kepada para guru diingatkan untuk meningkatkan kinerja, karena para guru telah mendapatkan tunjangan profesi. Sedangkan kepada guru yang kinerjanya belum bisa disebut baik, di antara anggota PGRI diminta untuk saling mengingatkan. Selanjutnya Dr. Sulistyo memaparkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya memperbaiki nasib para guru serta apa saja yang masih perlu perjuangan. Diantaranya upaya mewujudkan semua guru, baik negeri maupun swasta telah bersertifikasi pada tahun 2015[#].
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s