>Bupati Tinjau Pelaksanaan MOP Di Balai Desa Salamrejo

>

Bupati Trenggalek, Dr.Ir.H. Mulyadi , W.R, MMT didampingi Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Trenggalek Ny.Penny Mulyadi, Kamis 17 Februari 2011 meninjau pelaksanaan pelayanan medis operasi pria [MOP] atau KB untuk pria bertempat di Balai  Desa Salamrejo  Kecamatan Karangan.  Acara yang merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini akan berlangsung selama 2 (dua) hari yaitu hari Kamis,  tanggal 17 Pebruari dan Jumát,  tanggal 18 Pebruari 2011. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Trenggalek, Drs. Mahfud Effendi, SH  dalam paparannya.

Masih menurut Drs. Mahfud Effendi, SH  peserta yang  mengikuti MOP untuk hari Kamis ,sejumlah 15 orang yang berasal dari Kecamatan Karangan, sedangkan untuk hari Jumát  tanggal 18 Pebruari 2011,  juga  bertempat di Balai Desa Salamrejo  direncanakan akan diikuti 12 orang,  terdiri dari   6 orang dari Kecamatan Panggul dan 6 orang dari Kecamatan Karangan. Untuk mengikuti MOP ini, peserta digratiskan dari berbagai macam biaya. “Bahkan per orang akan diberi bantuan transportasi sebesar Rp.125 ribu” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, syarat untuk mengikuti MOP diantaranya peserta minimal memiliki 2 orang anak dan yang paling kecil setidaknya berumur 2 tahun.  Selain itu , MOP ini diperuntukkan untuk keluarga sehat dan bahagia serta umur istri sudah mencapai umur 30 tahun dan untuk suami minimal berusia 25 tahun.
Dibantu dokter bedah dari RSUD DR. Soedomo Kabupaten Trenggalek, menurut  Drs. Mahfud Effendi, SH, MOP kali ini  untuk pertama kali dalam  tahun 2011.  Sedangkan tahun 2010 sudah diikuti sebanyak 25 orang dan mayoritas berasal dari Kecamatan Karangan.
 Bupati Trenggalek Dr.Ir.H. Mulyadi , W.R, MMT  dalam  kesempatan tersebut mengapresiasi para suami  yang secara suka rela telah mengikuti MOP ini. Menurut Bupati,  tanggung jawab KB ini tidak hanya dibebankan kepada kaum wanita atau isteri  saja, para kaum pria atau suami  juga memiliki tanggung jawab yang sama. Setelah mengikuti KB ini, Bupati mengharapkan agar para suami untuk tetap memperkuat  dan mempertebal iman. “Jangan karena sudah merasa aman, terus berulah yang aneh-aneh”, gurau Bupati. Selain itu, Bupati juga mengingatkan jika program KB tidak berhasil, maka hasil-hasil pembangunan  tidak ada artinya, karena  beban negara juga akan bertambah. Oleh karena  itu program KB harus didukung [#].
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s