>Resepsi Peringatan Hari kesatuan Gerak PKK ke 38 dan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan ke 11 Kabupaten Trenggalek Tahun 2010

>

     Sebagai penutup dari serangkaian kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK  ke 38 dan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan ke 11 di Kabupaten Trenggalek yang diselenggarakan mulai dari bulan Oktober hingga Desember 2010,  pada Rabu 26 Januari 2011 bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek telah diselenggarakan  upacara penutupan atau resepsi. Demikian disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Ny.Imam Suprapto dalam laporannya. Disaksikan oleh Bupati  dan Wakil Bupati Trenggalek, acara yang turut dimeriahkan oleh bazar dengan mengangkat batik dari Dekranasda dan beberapa  UKM di Trenggalek tersebut juga dihadiri oleh Ketua DRPD dan anggota Forpimda, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Kepala SKPD lingkup Kabupaten Trenggalek serta Pengurus GOW.
     Menurut Ny. Imam Suprapto, acara ini dimeriahkan oleh peragaan busana mulai dari pelajar hingga para pejabat. Dimulai dengan penampilan dari pelajar dari SD Ngantru III yang menampilkan corak batik dalam seragam sekolah. Yang dilanjutkan penampilan dari SMK Negeri I Pogalan  yang unjuk kebolehan dengan karya busana batik mereka untuk berbagai macam aktifitas. Para pejabat  eselon II dan III  beserta istri/ suami  turut serta menampilkan busana batik khas Trenggalek untuk berbagai   model, mulai  dari busana  formal hingga santai. Tak kalah meriahnya para Kepala Desa juga ikut berpartisipasi dalam peragaan busana tersebut.
    Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Trenggalek, Ny. Cipto Wiyono dalam sambutannya mengharapkan Dharma Wanita Persatuan bisa berbuat lebih banyak dalam  meningkatkan  kualitas sumber  daya manusia  bagi kaum wanita di Kabupaten Trenggalek. Menurut  Ny. Cipto Wiyono, untuk ke depan Dharma Wanita diharapkan lebih mampu meningkatkan eksistensinya  sehingga bisa berbuat lebih banyak dan memajukan kaum perempuaan.
   Sementara itu, Ny.Penny Mulyadi selaku Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk meningkatkan peran serta PKK dalam masyarakat,  dukungan  dari berbagai instansi terkait  termasuk Bupati Trenggalek  sangat  diperlukan. Karena dalam prakteknya, bidang pengabdian PKK bisa masuk dalam berbagai bidang, mulai dari KB, kesehatan, pertanian, pendidikan dan sebagainya. Selain itu, PKK bekerja sama Dekranasda Kabupaten Trenggalek ingin menggairahkan lagi usaha batik di Trenggalek. Oleh karena itu dalam kesempatan ini dipamerkan kerajinan batik, mulai dari lomba desain, proses pembuatan hingga peragaan busana batik, jelas Ny. Penny Mulyadi.
Selanjutnya, secara simbolis dalam acara tersebut diserahkan penghargaan kepada pemenang lomba dan penerima penghargaan diantaranya kader berprestasi, pemenang lomba bayi/ balita sehat, pemenang lomba KB Lestari serta Keluarga Harmonis oleh Bupati Trenggalek. Termasuk penyerahan bantuan kursi roda kepada salah satu siswa Sekolah Luar Biasa.
    Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap   PKK  di Kabupaten Trenggalek yang telah melaksanakan berbagai kegiatan mulai dari lomba dan pembinaan posyandu, lomba balita sehat cerdas, PAUD, TK, taman obat keluarga [Toga] gerakan KB wanita dan pria, maupun penanganan gizi buruk. Hal itu bisa diwujudkan melalui gerakan PKK dengan mendarmabaktikan diri pada masyarakat dan bangsa untuk mengisi pembangunan Nasional.
    Terkait dengan masih banyaknya penderita gizi buruk pada balita di Kabupaten Trenggalek,  Bupati Trenggalek meminta para dokter dan tenaga medis lainnya  untuk melakukan terobosan terkait sekitar 150 penderita gizi buruk yang masih ada di Kabupaten Trenggalek. Data terakhir menunjukkan bahwa penderita gizi buruk di Kabupaten Trenggalek masih di bawah rata-rata Jawa Timur. Tetapi untuk kasus ibu meninggal  saat melahirkan,  di Kabupaten Trenggalek  angkanya masih berada di atas rata – rata Provinsi Jawa Timur.  Oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian kita semua. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya tenaga dokter spesialis anak dan kandungan di Kabupaten Trenggalek. Oleh karena itu Bupati menyatakan bila ada dokter spesialis yang mau bertugas di Kabupaten Trenggalek, maka akan diperjuangkan menjadi PNS. Namun bila melalui jalur tersebut memang tidak ada yang tertarik, Bupati meminta persetujuan DPRD Kabupaten Trenggalek untuk menyekolahkan dokter-dokter muda untuk meraih spesialis, namun setelah lulus harus bertugas di Trenggalek yang diperkuat dengan perjanjian [#].
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s