>LVRI Cabang Trenggalek Peringati Ulang Tahunnya Ke-54

>

       Kamis 20 Januari 2011, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Trenggalek memperingati hari ulang tahunnya yang ke-54. Resepsi hari ulang tahun [HUT] yang bertema tema “Dengan Semangat Revolusi Kita Pertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia” ini dipusatkan di Markas LVRI Cabang Trenggalek Jl. KH. Agus Salim nomor 7B dan dihadiri oleh Wakil Bupati Trenggalek, anggota pembina LVRI sekaligus istri Bupati Trenggalek Ny. Penny Mulyadi, Kasdim 0806, serta seluruh anggota LVRI seluruh Kabupaten Trenggalek yang berjumlah lebih dari 400 orang. Turut hadir dalam acara ini Ketua Dewan Pembina yang juga mantan Bupati Trenggalek periode 1975-1985, H. Soedarso.
      Ketua LVRI Cabang Trenggalek, Martadji, dalam sambutannya menyatakan  bahwa LVRI sebenarnya telah berdiri sejak tanggal 10 Agustus 1949 ditandai dengan penandatanganan perjanjian gencatan senjata antara TNI dan Belanda yang dikenal dengan Perjanjian Room Royen.  Namun pada saat itu masih belum ada dasar hukum pendiriannya. Baru pada tanggal 2 Januari 1957, 300 pejuang kemerdekaan seluruh Indonesia berkumpul untuk menentukan masa depan mereka dan disepakati mendirikan sebuah organisasi bernama LVRI, dan pada tanggal 2 April 1957, Presiden Soekarno menerbitkan Surat Keputusan Pendirian LVRI.
       Masih menurut Martadji, LVRI merupakan organisasi semi pemerintah dimana pembina di daerah adalah Kepala Daerah. Anggota LVRI bukanlah pensiunan ataupun purnawirawan, namun merupakan pejuang-pejuang kemerdekaan yang telah berperang melawan musuh dari luar negeri atas dasar suka rela.
       Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, SH, M.Si. merasakan terharu dengan pengorbanan para pejuang LVRI yang telah berperang melawan musuh antara hidup dan mati dengan tanpa imbalan apapun. Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Trenggalek  akan berusaha untuk lebih memperhatikan kesejahteraan LVRI. Pada tahun-tahun mendatang Wabup mengharapkan agar LVRI membuat program kegiatan tiap tahunnya. Hal ini dikarenakan LVRI merupakan sebuah organisasi, dimana sesuai ketentuan, Pemerintah Daerah tidak bisa menggelontorkan dana tiap tahunnya kepada organisasi yang sama, namun bisa dianggarkan untuk jenis kegiatan.
       Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati menjelaskan tentang kendala pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diantaranya disebabkan letak geografis Trenggalek, dimana 56% dari luas Trenggalek adalah pegunungan dan 50% diantaranya merupakan lahan yang dikelola Perhutani, sehingga dalam penerapan Otoda menjadi terkendala. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah telah berupaya untukmelakukan  tukar guling lahan yang produktif dengan Pihak Perhutani.
    Terkait bencana yang bertubi-tubi menimpa Kabupaten Trenggalek, dengan dibentuknya  satuan kerja perangkat daerah baru yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diharapkan penanggulangan serta pendistribusian bantuan bencana akan lebih fokus. “Bulan Pebruari 2011 ini, diharapkan BPBD telah diisi dengan pejabat dan staf yang kompeten”, lanjutnya.
        Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh H. Soedarso didampingi Wakil Bupati dan Ny. Penny Mulyadi untuk diserahkan kepada anggota LVRI yang paling senior Sholeh Haryadi yang telah berumur 89 tahun. (end)
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s