>TIM PENGGERAK PKK KAB. TRENGGALEK GELAR KEGIATAN DONOR DARAH

>

Dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan ke-38 dan HUT Dharma Wanita  Persatuan ke-11 bekerjasama dengan PMI Cabang Trenggalek, pada hari Selasa, 11 Januari 2011 digelar kegiatan donor darah bertempat di Graha Bhawarasa. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Trenggalek beserta INy. Hanik Kholiq, Sekretaris Daerah dan seluruh Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi, dalam laporannya menyatakan bahwa kegiatan donor darah akan berlangsung selama dua hari yakni pada tanggal 11 sampai dengan 12 Januari 2011. Sampai hari ini telah terdaftar 125 pendaftar baik dari karyawan-karyawati lingkup Pemkab Trenggalek maupun dari masyarakat umum.
Ny. Penny Mulyadi juga menjelaskan bahwa rata-rata kebutuhan darah di Kabupaten Trenggalek setiap bulannya sekitar 300-400 bag. Kebutuhan tersebut akan bertambah bila penyakit demam berdarah menyerang. Selain itu, kegiatan donor darah seperti ini juga akan sangat membantu korban kecelakaan, korban bencana alam dan ibu melahirkan. Sebagaimana dikatakan orang bijak, setetes darah dapat menyelamatkan jiwa manusia.
Menurut Ketua PMI cabang Trenggalek, Drs. Suparman, kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh TP PKK kali ini dilihat dari segi peserta dinilai sangat berhasil. Lebih lanjut, Drs. Suparman menjelaskan bahwa selama tahun 2010 persediaan darah di PMI cabang Trenggalek baru mencukupi 80% dari total kebutuhan darah.
Bupati Trenggalek dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, SH, M.Si menyatakan bahwa Kabupaten Trenggalek adalah daerah yang rawan bencana. Selain itu juga merupakan daerah endemik demam berdarah. Angka kematian ibu ketika melahirkan masih cukup tinggi, untuk tahun 2010 angka kematian ibu mencapai 10 orang dari 8000 kelahiran hidup dan 7 diantaranya meninggal karena perdarahan.

Berdasarkan data dari PMI Kabupaten Trenggalek, untuk tahun 2010 persediaan darah di PMI mencapai 2050 bag/kantong dan itu baru mencapai 80% dari kebutuhan. Sedangkan kebutuhan darah yang paling banyak adalah golongan darah O dan golongan darah yang paling susah dicari adalah golongan darah AB. 

Idealnya, persediaan darah di suatu daerah adalah 2% dari jumlah penduduk. Sehingga bila penduduk Kabupaten Trenggalek 714.070 jiwa, persediaan darah yang ideal dalam satu tahun sebanyak 14.281 kantong/bag.

Oleh karena itu Bupati menghimbau kepada seluruh masyarakat Trenggalek, khususnya para PNS untuk aktif menjadi pendonor darah. Karena dengan menjadi pendonor aktif banyak menfaat yang akan kita peroleh, antara laian sebagai sarana amal tanpa mengeluarkan materi, pendonor aktif jarang terkena penyakit dan mencegah stroke. Lebih lanjut Bupati  menjelaskan kaum pria lebih rentan terkena stroke, sedangkan wanita tidak, karena wanita rutin mengeluarkan darah melalui haid. Maka saran terbaik bagi kaum pria untuk menghindari stroke adalah melalui donor darah secara rutin.

Dalam kesempatan tersebut, Ny, Penny Mulyadi memberikan bingkisan kepada Ny. Eni Sehat karena telah56 kali mendnorkan darahnya [#].  

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s