>Budhe Karwo Monitoring dan Evaluasi Penanggulangan Gizi Buruk / Kurang pada Balita di Kabupaten Trenggalek

>

                Untuk mengetahui sejauh mana penanggulangan gizi buruk / kurang pada balita di Kabupaten Trenggalek, Kamis 6 Januari 2011, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Ny. Nina Soekarwo atau lebih akrab dipanggil Budhe Karwo, mengadakan kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi penanggulangan gizi buruk / kurang pada balita bertempat di Balai Desa Sugihan Kecamatan Kampak.
                Menurut laporan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi, jumlah balita di Kabupaten Trenggalek tahun 2010 sebanyak 50.300 anak dan jumlah posyandu 849 unit, sedangkan jumlah balita yang menderita gizi buruk/kurang 526 anak. Namun tahun ini jumlah balita yang menderita gizi buruk/kurang tersebut  bisa diturunkan hingga tinggal 187 anak. Penurunan itu berkat kerja sama antara kader PKK di berbagai lini dengan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek. dan instansi terkait lainnya Sedangkan cara yang ditempuh antara lain melalui dialog interaktif di radio, kunjungan langsung dan jemput bola kepada keluarga yang memliki balita, pelayanan paripurna kepada penderita gizi buruk dan lain sebagainya.
                Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT. dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa penurunan penderita gizi buruk dari 526 anak hingga tinggal 187 anak merupakan berkat kerjasama dengan berbagai instansi terkait, terutama kader-kader PKK atau ‘malaikat hijau’ [green angel].
                Lebih lanjut Bupati menyatakan, selain masih banyak penderita gizi buruk, di Kabupaten Trenggalek merupakan wilayah endemi demam berdarah maupun chikungunya. Sayangnya, Kabupaten Trenggalek seringkali kekurangan peralatan foging  untuk memberantas nyamuk penyebab demam berdarah maupun chikungunya. Oleh karena itu, Bupati mohon kepada Budhe Karwo untuk menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur  agar dapatnya dibantu peralatan foging beserta obatnya.
                Terkait dengan musibah banjir yang melanda 6 kecamatan di Kabupaten Trenggalek tanggal 2 dan 3 Januari yang lalu, menurut Bupati juga sangat berdampak pada derajat kesehatan masyarakat,  karena banyak sumur masyarakat yang tercemar. Karena itu, melalui Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Bupati mohon agar dibantu fasilitas / obat untuk menjernihkan air.
                Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Ny. Nina Soekarwo, mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Trenggalek menurunkan angka penderita gizi buruk, namun hal tersebut perlu ditingkatkan lagi. Untuk Program Keluarga Berencana (KB), Kabupaten Trenggalek relatif sukses karena total fertility rate sudah di bawah rata-rata  Provinsi Jawa Timur. Namun untuk angka kematian ibu ketika melahirkan masih  tinggi, yaitu 135 per 100 ribu kelahiran.  Padahal untuk Provinsi Jawa Timur, rata-rata angka kematian ibu ketika melahirkan 90 per 100 ribu kelahiran., dengan demikian  angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Trenggalek lebih tinggi dari pada angka rata-rata di Provinsi Jawa Timur.  Pada umumnya, kematian ibu tersebut karena terlambat dibawa ke puskesmas atau kekurangan darah ketika melahirkan.
                Oleh karena itu, Budhe Karwo menyarankan agar Poskesdes diperbanyak, ambulan desa digalakkan dan bagi ibu hamil disiapkan atau didata siapa calon pendonor darahnya, sehingga ketika membutuhkan cepat teratasi .
                Terkait gizi buruk, menurut Budhe Karwo pada umumnya disebabkan keluarga yang tidak mampu serta kurangnya pemahaman tentang gizi yang berimbang. Solusinya adalah bayi usia 0-6 bulan harus diberi asi eksklusif, balita harus mendapatkan asupan gizi yang berimbang, namun tidak harus mahal. Selain itu , balita secara rutin dibawa ke Posyandu serta memiliki Kartu Menuju Sehat (KMS). Bila 2 kali ke Posyandu berat badan balita tidak naik, maka perlu segera dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bagi kader PKK, berdasarkan kenyataan yang ada perlu ada penyegaran kembali  tentang cara  pengisian KMS yang benar,  sehingga data yang dihasilkan  akurat.
                Dalam kesempatam tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur menyerahkan sejumlah bantuan.  Untuk membantu korban bencana alam banjir di Kabupaten Trenggalek. Ny. Nina Soekarwo menyerahkan bantuan 100 juta rupiah kepada Bupati Trenggalek. Sedangkan kepada balita penderita gizi buruk/kurang , Budhe Karwo menyerahkan bantuan 256 paket. 100 paket diserahkan secara langsung dalam kesempatan tersebut, sedangkan yang 156 paket diserahkan kepada para camat untuk selanjutnya dibagikan kepada warganya yang memiliki balita dengan gizi buruk. Tiap paket bantuan berisi 2 dus susu SGM 900 gram, 1 dus susu SGM 300 gram, 2 dus susu SGM 150 gram dan 3 dus biskuit Promina.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s