>Temu Teknis Penyuluh dan Apresiasi PUAP se-Kabupaten Trenggalek

>

Dalam rangka mengakomodir aspirasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Trenggalek sekaligus untuk mendiskusikan pengembangan pertanian di masa mendatang, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (Bapelluh) Kabupaten Trenggalek mengadakan Temu Teknis Penyuluh dan Apresiasi Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Temu Teknis ini digelar pada hari Kamis, 23 Desember 2010 bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek dan dibuka langsung oleh Bupati Trenggalek, DR. Ir. Mulyadi WR., MMT. Hadir dalam acara Perwakilan Gapoktan mulai Tahun 2008 – 2010 sejumlah 131 Gapoktan didampingi dengan penyuluh masing-masing, serta Kepala Desa dari Desa yang mendapatkan dana PUAP tahun 2010.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Kepala Bapelluh, Ir. Eko Wahyu Widodo, selama 3 tahun pelaksanaan PUAP mulai tahun 2008 hingga tahun 2010 telah berdiri sebanyak 131 Gapoktan sehingga dari seluruh desa di Kabupaten Trenggalek hanya tinggal 26 Desa yang belum mendirikan Gapoktan. Gapoktan Ngadi Mulyo Karangan yang berdiri tahun 2008 merupakan Gapoktan teraktif yang mampu mengembangkan modal 100 juta yang diberikan oleh Departemen Pertanian menjadi 135 juta pada tahun 2010.
Karena jumlah tenaga penyuluh yang masih terbatas, Kepala Bapelluh mengharapkan kepada Bupati Trenggalek untuk menambahkan jumlah formasi tenaga penyuluh sehingga pelaksanan kegiatan PUAP di tahun-tahun mendatang menjadi lebih lancar.
Bupati Trenggalek dalam sambutannya, menyampaikan bahwa yang terpenting dari pelaksanaan PUAP ini bukanlah kuantitas/jumlah Gapoktan yang telah terbentuk, namun yang menjadi tujuan utama adalah sasaran pelaksanaan Program PUAP ini yaitu mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat, sesuai dengan Visi Misi MK. Selain itu, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, di tahun 2011 setiap desa akan digelontor dana Rp 60 Juta yang digunakan untuk perbaikan jalan, jembatan serta saluran air.
Mulyadi juga mengharapkan kepada Para Penyuluh untuk terus meningkatkan pengetahuan, selain di bidang pertanian juga di bidang perbankan serta pembukuan sehingga dapat mengontrol uang yang masuk dan keluar Gapoktan. “Jangan sampai yang disuluh lebih pandai dari yang menyuluh,” guraunya.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s