>Bupati Buka Pembukaan Bintek Linmas

>

“Dengan adanya Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PBBM) diharapkan akan dapat mengurangi resiko terjadinya bencana yang diakibatkan oleh gejala alam atau ulah manusia, yang dilakukan oleh masyarakat sebagai pelaku utama dengan didukung oleh pemerintah dan pelaku lainnya”ungkap Bupati  Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT ketika membuka Bintek Linmas Desa Rawan Bencana  pada Senin, 29 Nopember 2010, bertempat di Hotel Gotong Royong Trenggalek.

Dalam laporannya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpolinmas),  Ir. Ekanto Malipurbowo, MM menyatakan bahwa Bintek Linmas ini diikuti oleh 40 peserta yang akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 29 Nopember 2010 sampai dengan 1 Desember 2010. Selanjutnya, Kepala Badan Bakesbangpolinmas menyatakan bahwa Bintek Linmas ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan linmas khususnya linmas di desa rawan bencana dalam melaksanakan penanggulangan bencana dan pengungsi sebagai akibat dari bencana. Selain itu, juga untuk memberikan bekal teknis kepada Linmas dalam menangani bencana dan dampak yang dtimbukannya karena Trenggalek merupakan daerah rawan bencana, seperti bencana banjir, tanah longsor maupun tsunami.

Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek menyatakan bahwa pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Sumber Daya Manusia SATLINMAS dalam menjalankan penggilan tugas di manapun berada.  Bupati mengungkapkan, mengingat jumlah personil dan lembaga yang berkompeten dalam penanggulangan bencana relatif sangat terbatas, seperti SAR, PMI, Brigade Penolong, TNI/POLRI dsb, dengan demikian keterlibatan masyarakat yang menjadi objek ancaman bencana sekaligus sebagai subyek penanggulangan bencana harus dipersiapkan. 
Selain itu, menurut Bupati pelatihan semacam ini sangat penting, dikarenakan situasi dan kondisi alam yang relative kurang kondusif ditandai dengan berbagai gangguan alam dalam bentuk bencana, seperti terjadinya gempa bumi, tsunami, banjir bandang, tanah longsor, gunung meletus, kebakaran, bencana industry maupun tehnologi dan sebagainya.  Sehingga, eksistensi Satuan Perlindungan Masyarakat dalam penanggulangan bencana sangat diperlukan.

Dalam kesempatan tersebut, bupati menyatakan hendaknya setiap acara kedinasan diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lagu tersebut dapat meminimalkan terjadinya bencana sosial karena lagu tersebut adalah pemersatu bangsa dan merupakan obat yang jitu untuk mengatasi bencana sosial. Sejarah telah membuktikan bahwa bencana sosial bisa hancurkan Negara, seperti hancurnya kerajaan Majapahit maupun Singosari.

Selanjutnya,  Bupati mengapresiasi kegiatan Bintek Linmas Desa Rawan Bencana ini dan berpesan agar kegiatan seperti ini lebih ditingkatkan lagi di tahun mendatang. Bupati juga menyatakan bahwa Pemkab Trenggalek juga akan membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Mengakhiri sambutannya, Bupati berpesan kepada anggota Satlinmas untuk dapat menjadi ujung tombak di tengah-tengah masyarakat yang paling terpapar pada ancaman dan terkena dampak bencana. 
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s