>Bupati Trenggalek Siap Bantu Perawatan Nur Sholeh

>

Pasangan Kadiran (38) dan Paini (38) warga Dusun Picis RT. 30/RW. 07 Desa Pringapus Kecamatan Dongko mendapatkan cobaan hidup sangat berat. Ditengah kesulitan hidup yang dijalani, anak keduanya, Nur Sholeh, yang lahir tanbggal 7 Nopember 2010 menderita cacat bawaan. Kepala si bayi kelihatan bersusun dua karena hydrocepalus,  langit-langit mulut tidak lengkap (sumbing) dan jari-jari tangan kiri tidak sempurna. Menurut keterangan Kadiran, anak keduanya lahir di  Rumah Sakit Ibu dan Anak HST Trenggalek melalui operasi caesar. Untuk biaya persalinan tidak mendapatkan keringanan sama sekali, walaupun sebenarnya sangat berat bagi Kadiran untuk membayar 6 juta lebih.
Karena kondisi bayi yang menderita kelainan tersebut, oleh pihak Rumah Sakit HST Trenggalek Nur Sholeh dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Karena keluarga Kadiran tidak termasuk dalam Jamkesmas maupun Jamkesda, untuk meringankan biaya pengobatan  Kadiran mengurus Surat Keterangan Miskin (SKM) yang ditandatangani Camat Dongko. SKM ini dinyatakan lolos verifikasi oleh pihak RSUD dr. Soedomo Trenggalek dan berhak mendapatkan pelayanan sebagai pasien masyarakat miskin.
Karena keterbatasan peralatan, RSUD dr. Soedomo menyarankan agar Nur Sholeh dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Mendapati kenyataan tersebut, Kadiran memutuskan membawa pulang palsa anaknya, karena untuk hidup sehari-hari saja sudah sulit, apalagi kalau harus membawa anaknya untuk berobat ke RSUD dr. Soedomo Surabaya. Kadiran dan istri pasrah dengan nasib yang dialaminya.
Derita yang dialami Keluarga Kadiran akhirnya samapai juga ke Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek yang sekaligus Ketua Yayasan Srikandi Peduli, Ny. Peny Mulyadi. Kemarin, Kamis 25 Nopember 2010 Ny. Peny Mulyadi yang juga istri Bupati Trenggalek ini mengunjungi Nur Sholeh di Desa Pringapus Kec. Dongko. Lokasi tersebut cukup terpencil dan berada di wilayahg pegunungan.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Peny Mulyadi memberikan semangat kepada keluarga Kadiran untuk tabah menerima cobaan. Melalui Yayasan yang dipimpinnya, Ny. Peny Mulyadi dalam kesempatan tersebut menyerahkan bantuan sejumlah uang untuk biaya hidup dan  akan berupaya membantu menangani penderitaan yang dialami Nur Sholeh.
Sementara itu, Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi W. R., MMT ketika dijumpai wartawan Jumat  26 Nopember 2010, menyatakan “atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, saya siap membantu pengobatan Nur Sholeh. Tugas Pemerintah Daerah kan memang membantu masyarakatnya yang menderita”.  Bantuan tidak saja untuk pengobatan dan oerawatan Nur Sholeh, namun juga untuk biaya hidup orang tua Nur Sholeh selama di Surabaya.  Selanjutnya Bupati memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek dr. Sugito Teguh dan Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek  dr. Noto Sugiyanto untuk  memfasilitasi proses perawatan Nur Sholeh ke Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya, mulai dari segi administrasi maupun mengantar hingga ke RSUD dr. Soetomo Surabaya [ys]#.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s