>Bupati trenggalek Buka Diklat Prosesing Makanan dan Diklat Petani Kakao

>

Untuk mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan masyarakat serta berfungsi sebagai motivator dan fasilitator guna tercapainya swakarsa dan swadaya termasuk dunia usaha, yang harus diiringi pula dengan semangat, dorongan dan kemauan seluruh elemen masyarakat terhadap kemajuan teknologi dan dunia usaha, pemerintah Kabupaten melalui dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Dinas Koperindag mengadakan diklat Prosesing makanan dan diklat petani kakao. Diklat tersebut dibuka secara bersamaan oleh Bupati Trenggalek, Dr. Ir. H. Mulyadi WR, MMT pada hari Selasa, 22 Nopember 2010 bertempat di Badan Diklat Aparatur dan Masyarakat Kabupaten Trenggalek.
Kepala Kantor Diklat Aparatur dan Masyarakat, Dra. Maryati, MM melaporkan bahwa Diklat prosesing makanan diselenggarakan atas kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan SMK Negeri 1 Trenggalek dengan peserta sejumlah 25 orang dari 11 kecamatan. Diklat ini akan dilaksanakan selama 4 hari ke depan. Sedangkan untuk diklat petani kakao diselenggarakan atas kerjasama antara pemkab Trenggalek dengan Pusat Pelatihan Kopi dan Kakao Jember dengan peserta sejumlah 25 orang dari 9 kecamatan. Diklat ini akan dilaksanakan selama 3 hari.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek menyatakan bahwa diklat ini diharapkan dapat memberikan bekal ketrampilan kepada peserta pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Kabupaten Trenggalek. 
Dengan diklat ini, masyarakat diharapkan dapat mengolah sendiri bahan makanan dari panen hingga menjadi produk jadi, karena selama ini hasil biji kakao yang kering hanya dijual ke daerah lain dengan harga yang relative murah.
Kepada Kepala Kantor Diklat Aparatur dan Masyarakat, Bupati berpesan agar mengadakan survey ke masyarakat mengenai ketrampilan apa yang mereka butuhkan. Jadi kita harus mengadakan diklat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dan untuk tahun 2011 supaya dianggarkan untuk diklat masyarakat.
Dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Trenggalek saai ini dinilai masih kurang maju. Menurut pengusaha UMKM ini disebabkan karena susahnya dalam pengurusan ijin usaha. Untuk itu, Bupati meminta kepada Kantor KPPM agar tidak mempersulit dalam pengurusan ijin usaha yaitu maksimal 1 minggu sudah jadi.
Pada akhir sambutannya, Bupati Trenggalek berharap kepada para peserta diklat agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan diklat dengan baik dan tetap bersemangat hingga selesai serta dapat mengambil manfaat seoptimal mungkin dari kegiatan ini.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s