>NELAYAN PANTAI PRIGI GELAR UPACARA ADAT LABUH LAUT SEMBONYO

>

Nelayan Pantai Prigi bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Trengalek menyelengarakan Upacara Adat Labuh laut Sembonyo pada hari Minggu, 24 Oktober 2010 bertempat Tempat pelelangan Ikan (TPI) Pantai Prigi Kecamatan Watulimo. Acara ini dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Kepala SKPD se-Kabupaten Trenggalek, Nelayan Pantai Prigi, dan Wisatawan baik domestic maupun Mancanegara.
Menurut Kepala Desa Tasikmadu selaku Ketua Panitia Upacara Adat Labuh laut Sembonyo, Imam Basuki, upacara adat ini diselenggarakan sebagai ungakapan rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah yang diberikan, sehingga para nelayan dapat terus mencari riski dari laut Prigi. Selain itu, juga bertujuan untuk melestarikan budaya tradisional dan sebagai wahana silaturahmi antara berbagai pihak, khususnya antara nelayan dan aparat pemerintah. 
Kepala desa Tasikmadu berharap agar event ini bisa masuk dalam kalender wisata di Kabupaten Trenggalek, sehingga kunjungan wisata di Pantai Prigi dapat lebih meningkat. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Tasikmadu juga melaporkan bahwa akhir-akhir ini Nelayan di Pantai Prigi kesulitan untuk mendapatkan ikan dikarenakan cuaca yang tidak menentu. 
Dalam sambutanya Bupati Trenggalek, Dr. Ir. H. Mulyadi WR, MMT mengucapkan terimakasih karena atas kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Nelayan Pantai Prigi sehingga kegiatan ini dapat terselenggara. Bupati Trenggalek juga menyatakan bahwa saat ini Pemkab Trenggalek telah bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur untuk mendatangkan investor yang bonafit untuk mempromosikan pantai prigi sehingga lebih dikenal lagi oleh masyarakat baik di dalam maupun luar negeri. Menanggapi sulitnya nelayan untuk mendapatkan ikan akhir-akhir ini, Bupati Trenggalek berpesan agar lebih memperbanyak do’a agar cuaca dapat lebih bersahabat. 
Sebelum acara inti yaitu Upacara melarung tumpeng, dibacakan asal mula Upacara adat labuh laut sembonyo, arak-arakan tumpeng dari balai desa Tasikmadu ke Pantai prigi, hiburan berupa jaranan dan acara ritual pertunjukan seni tayub. 

Setelah acara selesai Bupati Trenggalek langsung menuju ke di Teluk Sumbreng Kecamatan Munjungan, karena disana juga diselenggarakan kegiatan serupa dengan nama Upacara Adat Longkangan.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s