>Bupati Trenggalek Pimpin Rapat Koordinasi Bidang Kehutanan

>

Untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan lahan di lahan Perum Perhutani, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengadakan rapat koordinasi Bidang Kehutanan pada hari Rabu, 20 Oktober 2010 bertempat di Graha Bhawarasa Kabupaten Trenggalek. Rapat Koordinasi ini dipimpin langsung oleh Bupati Trenggalek, Dr. Ir. H. Mulyadi WR, MMT dan dihadiri oleh Sekretaris Perum Perhutani unit II Jawa Timur, Administratur/KKPH Kediri, Ajun Administratur KPH Kediri Selatan, Kepala Badan Pertanahan Nasional Trenggalek, Kepala SKPD, Camat, dan Kepala Desa terkait.

Menurut Bupati Trenggalek, Rapat koordinasi ini dimaksudkan untuk menjalin komunikasi yang baik antara Pemkab Trenggalek dan Perum Perhutani dan meminimalkan kesalahpahaman yang terjadi. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Trenggalek meminta kepada Perum Perhutani untuk menghijaukan kembali gunung yang berada di kawasan kota Trenggalek, yaitu Gunung Ja’as dengan tanaman yang sesuai dengan karakteristik tanahnya. Sehingga bisa menjadi paru-paru kota dan wana wisata yang menarik.
Menurut Bupati, rapat koordinasi kali ini merupakan langkah awal, selanjutnya dilaksanakan secara periodiki. Selain itu, terkait permasalahan yang ada, diantaranya Pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS), Pengeprasan tebing Ngares – Bendungan, Pelebaran jalan Gemaharjo – Prigi, dan Rencana Pembangunan Bendungan Pucanganak akan dibentuk tim kecil untuk pembahasan lebih lanjut dengan Pihak Perum Perhutani.
Menurut Sekretaris Perum Perhutani unit II Jawa Timur, Ir. Gunung Hidayat MM, pemanfaatan lahan Perhutani terdiri dari 2 (dua) hal yaitu pemanfaatan lahan dan penggunaan lahan. Untuk pemanfaatan lahan Perhutani oleh Pemkab Trenggalek prosesnya cukup diselesaikan oleh Perum Perhutani, misalnya dengan kerja sama. Sedangkan penggunaan lahan Perhutani oleh Pemkab Trenggalek, misalnya untuk jalan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehutanan. Terkait dengan keinginan Bupati Trenggalek untuk mengembangkan pariwisata di lahan yang dikelola oleh Perhutani, misalnya di Pantai Pelang Kecamatan Panggul, menurut Ir. Gunung Hidayat bisa dilakukan dengan kerja sama antara Pemkab Trenggalek dengan Perum Perhutani. Agar lebih mudah Pemkab Trenggalek bisa menugaskan BUMD untuk melaksanakan kerja sama tersebut.
Bupati Trenggalek menyatakan bahwa kasus yang cukup mendesak saat ini adalah rencana tukar guling antara lahan masyarakat di Tumpak Ndolo Desa Depok Kecamatan Bendungan dengan lahan Perhutani. Dimana lahan permukiman masyarakat yang pada tahun 2007 lalu terkena bencana longsor seluas 18 Ha dan mengharuskan masyarakat untuk segera direlokasi ke tempat yang lebih aman. Untuk saat ini masyarakat tersebut telah membangun rumah-rumah darurat di lahan Perhutani , tepatnya di Tumpak Ndolo Desa Depok. Demi keamanan dan kenyamanan warga, Dr. Ir. Mulyadi Wr, MMT mengharapkan agar segera bisa di tukar guling dengan Perhutani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s