>Pemprov Lampung Belajar Cassava ke Trenggalek

>

Keberhasilan Kabupaten Trenggalek dalam mengangkat derajat ketela pohon telah diakui oleh daerah-daerah lain. Hal ini terbukti dari kunjungan Badan Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Lampung ke Kabupaten Trenggalek untuk belajar tentang pengolahan ketela hingga menjadi tepung cassava. Rombongan tersebut terdiri dari unsur pemerintah Pemprov Lampung, kelompok wanita yang bergerak dalam pengolahan ketela dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, dan pihak akademisi dari Politeknik Lampung. Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Bupati Trenggalek, H. Soeharto, bertempat di Gedung Bhawarasa, Kamis 6 Mei 2010.

Ketua rombongan sekaligus Kepala Badan Ketahanan Pangan Pemprov Lampung, Widi Maryanto, dalam kesempatan ini mengungkapkan bahwa Pemprov Lampung sangat tertarik pada pemberdayaan masyarakat pada pengembangan ketela pohon di Kabupaten Trenggalek. Meskipun Lampung merupakan penghasil terbesar ketela pohon di Indonesia, namun pengolahannya masih sebatas produk asli ketela pohon tersebut dan belum menggunakan pendekatan teknologi seperti yang telah dilakukan di Kabupaten Trenggalek, lanjutnya.

Bupati Trenggalek, H. Soeharto dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada rombongan Pemprov Lampung di Kabupaten Trenggalek. “Masyarakat Lampung tentu sudah tidak asing lagi dengan Kabupaten Trenggalek, karena banyak sekali transmigran asal Trenggalek yang berada di sana,” kata Bupati.

H. Soeharto menuturkan bahwa kiat sukses dalam mengembangkan mocaf (modified cassava flour) adalah dengan menggunakan konsep ABG, yaitu dengan melibatkan Akademisi, Bisnis, dan Government (Pemerintah). Dengan melibatkan pihak-pihak tersebut diharapkan manfaat yang diperoleh dapat optimal.
Selanjutnya Bupati menjelaskan bahwa proses industri tepung mocaf fermentasi tentu tak dapat dipisahkan enzim cassava yang ditemukan oleh Prof. Subagyo dari Universitas Jember. Dengan enzim tersebut, maka tepung yang dihasilkan berkualitas tinggi, dengan warna yang putih dan tidak berbau. Saat ini enzim cassava telah dapat diproduksi oleh Koperasi Gemah Ripah Loh Jinawi yang terletak di Desa Kerjo, Kecamatan Karangan, Trenggalek.
Dalam upaya pemberdayaan masyarakat, maka saat ini telah berdiri cluster-cluster yang tersebar hampir di seluruh Kabupaten Trenggalek. Cluster tersebut berperan dalam mengubah ketela pohon menjadi chip, sebelum akhirnya diolah menjadi tepung mocaf di PT. Bangkit Cassava Mandiri yang terletak di Desa Kerjo juga. Pada tahun 2009 kapasitas produksi tepung mocaf PT. Bangkit Cassava Mandiri mencapai 1.124 ton, dan hingga Maret 2010 ini telah menghasilkan produksi sebesar 391 ton, lanjut Bupati Trenggalek H. Soeharto.
Selain itu, dalam rangka Hari Pangan Sedunia Tahun 2008 yang diselenggarakan di Bandung, Kabupaten Trenggalek berhasil meraih juara I International Food Expo 2008. Dan pada even serupa yang diselengarakan di Prambanan, Yogyakarta, 12-15 Oktober 2009, dengan mengusung tema “Siapa Takut Tanpa Beras” Kabupaten Trenggalek berhasil mempertahankan juara I yang diraih pada tahun sebelumnya.
Dengan berbagai keberhasilan pembangunan di Kabupaten Trenggalek, maka sejak tahun 2010 Trenggalek sudah tidak lagi menyandang status kabupaten tertinggal di Indonesia.(#)(mh).



This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s