>PENCANANGAN PERCEPATAN PRODUKSI TEPUNG CASSAVA FERMENTASI DAN DEKLARASI KEMANDIRIAN TEPUNG NASIONAL

>
Dalam rangka mendorong peningkatan pembangunan agroindustri tepung nasional, Menteri Pertanian RI, Ir. Suswono, MMA, melakukan Pencanangan Percepatan Produksi Tepung Cassava Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional, bertempat di lapangan Desa Karangan, Trenggalek, Selasa 24 Nopember 2009. Pencanangan dan Deklarasi ini dihadiri oleh Dirjen PPHP dan pejabat lingkup Departemen Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Tanaman pangan dan Hortikulutura Propinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian daerah penerima kegiatan pengembangan Agroindustri tepung-tepungan beserta gapoktan dan pelaku usaha tepung-tepungan, serta perwakilan dari IPB, UNEJ, dan UNIBRAW. Dirjen PPHP (Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian) Departemen RI, Zaenal Bachrudin, dalam laporannya menyampaikan bahwa upaya peningkatan citra tepung singkong terus dilakukan sehingga nantinya diharapkan menjadi “Tepung Lokal Untuk ku”. Salah upaya tersebut adalah dengan Pencanangan Percepatan Produksi Tepung Cassava Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional, sebagai upaya persiapan penambahan pemenuhan tepung sebesar 20% selama lima tahun ke depan. Dirjen PPHP, menambahkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan konsumsi tepung-tepungan (sebagai sumber pati dan energi) pada saat ini masih harus impor 5.295.859 ton gandum (2008). Oleh karena itu untuk mengupayakan produksi tepung dalam negeri perlu peningkatan kapasitas olah pabrik maupun peningkatan jumlah unit pengolahan tepung di masyarakat terutama di pedesaan sebagai sentra produksi ubi kayu. Bupati Trenggalek, H. Soeharto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ubi kayu merupakan salah satu penggerak agroindustri di Trenggalek, hal ini dikarenakan potensi yang besar dari sisi areal tanam dan melibatkan mayoritas masyarakat Trenggalek, selain tepung cassava dapat dijadikan sebagai substitusi tepung terigu. Bupati menambahkan bahwa saat ini dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan agar tidak harus tergantung pada beras, Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berusaha meningkatkan keanekaragaman pangan, dimana sempat diundang ke Puspitek Jawa Barat untuk proposal Mocaf (Modified cassava Floor). Menteri Pertanian RI, Ir. Suswono, MMA, dalam pencanangan dan deklarasi ini mengatakan bahwa pengembangan tepung cassava dapat dijadikan tahap awal untuk pemenuhan mandiri kebutuhan tepung di Indonesia. Sebagai bagian dari pembangunan ketahanan pangan nasional, maka industri tepung berbasis sumber daya lokal seperti singkong, perlu didukung dengan kebijakan yang komprehensif mulai dari hulu (produksi bahan baku), industri (teknologi, peralatan, pembiayaan dan jasa), serta kebijakan distribusi dan pemasaran sampai dengan pengguna. Menurut Menteri Pertanian RI, upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong industrialisasi tepung cassava antara lain: stimulus pengembangan tepung-tepungan pada usaha kecil bidang pangan; sosialisasi, advokasi dan pembinaan peningkatan pemanfaatan pangan lokal melalui tepung-tepungan; pemberian peralatan tepung-tepungan kepada usaha kecil bidang pangan dalam upaya meningkatkan produktivitas dan mutu tepung yang dihasilkan; mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam meneruskan sosialisasi dan pengembangan teknologi tepung-tepungan; dan terus mengupayakan pencitraan tepung cassava sehingga menjadi tepung kebanggaan nasional. Pada akhir sambutannya, Menteri Pertanian, Ir. Suswono, MMA., berharap dengan dicanangkannya Percepatan Produksi Tepung Cassava Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional dapat dijadikan titik tolak penyatuan gerak dari berbagai program untuk mengintensifkan gerakan percepatan produksi tepung fermentasi, khususnya bagi pelaku usaha tepung, sehingga akan mampu mendiversifikasi pangan Indonesia.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to >PENCANANGAN PERCEPATAN PRODUKSI TEPUNG CASSAVA FERMENTASI DAN DEKLARASI KEMANDIRIAN TEPUNG NASIONAL

  1. >Bagaimana peluang pasarnya ? apakah telah telah tersedia ? jangan sampai masyarakat berjuang sendiri mencari peluang pasar, yang akhirnya malah terjebak pada sistem pemasaran "mafia" perusahaan2 yg sdh mapan. Biasanya dikontrak oleh perusahaan bear dengan harga kontrak tidak lebih dari 60 % dari harga normal. trims

  2. Anonymous says:

    >saya sebagai warga lampung tengah, tentunya sangat berbahagia bila ada pembinaan kepada masyarakat untuk mengembangkan nilai tambah produk panen, terutama singkong, melalui pembuatan tepung casava, apalagi yang dalam bentuk fermentasi, tentunya akan menambah nilai jual produk dan dengan diversifikasi produk olahan singkong maka akan meningkatkan harga jual singkong itu sendiri kemudian akan meningkatkan perekonomian masyarakat bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat. kami masyarakat lampung tengah, terutama kecamatan seputih agung, sangat antusias dan menunggu khabar selanjutnya apabila ada pembinaan, terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s